Master Agen Judi Udinese Kembali Walaupun Di Kalahkan di Madrid
Master Agen Judi yang menyajikan berita tentang Udinese kembali walaupun di kalahkan di Madrid. Udinese telah melupakan malam buruk di Kota Madrid ketika kalah 0-4 dari tuan rumah Atletico di Liga Europa. Saat kembali ke Serie A, Le Zebrette langsung meraih poin penuh diFriuli dan memuncaki klasemen bersama Lazio. Pada minggu (6/11), di laga giornatta 11. udinese menaklukkan Siena 2-1. kemenangan ini jelas reaksi penting dari pembantaian di Ibu Kota Spanyol yang terjadi tiga hari sebelumnya. Perubahan penting yang dibuat Francesco Guidolin adalah dengan mengembalikan Antonio Di Natale sebagai starter. Sang kapten didukung penuh oleh Antonio Floro Flores, yang menggantikan tempat Gabriel Torje.
Kehadiran Di Natale seolah memberikan keberuntungan. Kesulitan membongkar gawang lawan seperti saat menghadapi Atletico tak terjadi. Faktanya, hanya butuh 54 detik buat Le Zebrette mencetak gol pembuka ke gawang Zeljko Brkic. Crossing Di Natale dari sisi kanan pertahanan Siena bisa dihalau, namun tak sempurna. Floro Flores lantas melepas sepakan yang membentur bek tim tamu. Bola lantas bergulir ke Dusan Basta yang tinggal berhadapan dengan Brkic.
Di Natale juga masuk scoreshoet di menit ke-64 lewat serangan balik. Penyerang berusia 34 tahun ini bergerak dari tengah lapangan. Dengan gerakan tipuan. Toto membuat bek Claudio Terzi mati langkah. Brkic kembali terjebak dalam posisi satu lawan satu. Siena tak patah arang, tapi hanya mendapat satu gol lewat sepakan voli Francesco Bolzoni (77). “Saya mendedikasikan kemenangan ini buat 1.500 fan yang berangkat ke Madrid dan harus melihat tim mempermalukan diri sendiri” ujar Guidolin di Football Italia.
Berkuasa 15 hari, Rekor Udinese di Friuli memang menakutkan. Mereka menyapu bersih lima laga di stadion berkapasitas 41 ribu tempat duduk tersebut. Angka itu bertambah menjadi tujuh bila memasukkan hasil kontra Rennais dan Atletico di Liga Europa. Kemenangan ini sendiri membuat 1 Friuliani bersama Lazio menguasai klasemen Serie A. mereka menggeser Juventus, yang tak bermain. Mengingat ada jeda kompetisi karena partai internasional, status Le Zebrette sebagai capolista pun tak akan tergeser setidaknya selama 15 hari mendatang. “Tak ada yang menyangka kami bisa membuat start sebaik ini. Sekarang kami akan menikmati momen sebagai tim yang berada di atas,” ujar gelandang Giampiero Pinzi di Sky Sports.
Categories: World Soccer Tags:
Master Agen Judi Legenda Wasit Ivanov Yang Terkena Saraf Otak
Master Agen Judi yang memberitakan tentang legenda wasit Ivanov yang terkena saraf otak. Ivanov akhirnya menyerah dari penyakit yang menggerogoti fungsi saraf otak. “Ia menderita penyakit Alzheimer untuk waktu yang lama,” ujar Nikita Sminyan, rekannya di Olimpiade 1956, tentang perjuangan terakhir Ivanov kepada Reuters.
“Kami bermain bersama selama bertahun-tahun di timnas. Ia lebih mirip dengan apa yang sekarang disebut pengatur serangan daripada penyerang tengah murni. Lawan mesti harus selalu mewaspadainya di lapangan karena ia selalu menyiapkan banyak tipuan,” tutur Viktor Ponedelnik, pencetak gol kemenangan 2-1 di final Euro 1960 atas Yugoslavia di Paris lewat perpanjangan waktu.
Pemilik nama Valentin Kosmich Ivanov ini mencetak 26 gol termasuk dua di Piala Dunia 1958 dalam 60 penampilan timnas, ketiga terproduktif dalam sejarah Uni Soviet almarhum setelah Oleg Blokhin (39 gol) dan Oleg Pro satov (29).
Ia menikahi atlet senam tenar Soviet, Lidiya Kalinina, tak lama usai pertemuan pertama mereka di Melbourne 1956, Lidiya meraih medali emas senam beregu, prestasi yang ia ulangi empat tahun kemudian setelah menjadi Nyonya Ivanov.
Categories: World Soccer Tags:
Master Agen Judi Simulasi Jalur Tersulit Inggris Kontra Spanyol
Master Agen Judi yang memberitakan tentang simulasi jalur tersulit Inggris kontra Spanyol di Wembley Stadium. Duel Inggris kontra Spanyol adalah sebuah laga kolosal meski hanya berstatus sebagai sebuah uji coba. Fakta bahwa Inggris tidak lolos ke Euro 2008, sedangkan skuad Matador adalah juara di ajang tersebut tidak mengurangi makna keagungan duel di Wembley pada Sabtu (12/11).
Pemaknaan pertarungan kedua negeri elite sepak bola di Eropa ini tidak berlebihan karena Three Lions pun sebenarnya masih unggul jumlah kemenangan dalam pertemuan dengan Spanyol.
Pastinya, baik Fabio Capello dan Vicente del Bosque sepakat bahwa uji coba ini amat berguna untuk menganalisis jalur sungguhan mereka di Euro 2012.
Sebagai dua kekuatan yang sudah memastikan lolos ke Polandia-Ukraina, mereka dipastikan menghuni dua pot berbeda. Spanyol menempati Pot 1 sebagai unggulan utama dan Inggris mengisi Pot 2 sebagai unggulan kedua.
Simulasi jalur tersulit di Wembley minggu ini praktis memberikan gambaran soal bagaimana kelak hasil skuad Del Bosque bila menghadapi penghuni Pot 2 lainnya, seperti Jerman, Kroasia (bila lolos play-off) / Belanda dan Italia, di Euro 2012.
Pada sisi lain, Inggris juga bisa mengukur kemampuan bila mereka menghadapi para calon unggulan utama lainnya semodel Polandia, Ukraina serta Kroasia/Belanda.
Posisi Kroasia dan Belanda memang belum pasti di Pot 1 atau 2 karena masih bisa terpengaruh konstelasi peringkat UEFA milik tujuh negara lain, selain Kroasia, yang bertarung dalam play-off pada 11 dan 15 November.
Hal yang menarik adalah dualisme sikap Capello menyikapi kondisi timnya. Pada satu sisi,ia mengatakan bahwa Theo Walcott dkk. Sulit dominan menghadapi La Furia Roja bila mencoba beradaptasi mengimbangi permainan bola-bola pendek lawan.
Dengan santai, pada The Guardian Capello mengatakan bakal menurunkan sejumlah pemain muda di babak kedua dan meraih kemenangan bukanlah prioritas pelatih asal Italia itu.
Ia memang sadar bahwa tanpa Wayne Rooney, yang tengah mengajukan banding UEFA 2012 diturunkan jadi satu laga, bakal berpengaruh besar pada kemampuan St. George’s Cross dalam mencetak gol.
Selain itu, John Terry juga tengah tidak fokus karena kasus plecehan rasial pada Anton Ferdinand belum tuntas. Namun, pada sisi lain, Capello malah terlihat sangat serius hingga akhirnya berkorban tak menghadiri pesta pernikahan putranya, Pierfilippo, di hari yang sama.
Categories: World Soccer Tags:
Master Agen Judi Ferguson Mendapatkan Inspirasi Dari Pertandingan Real Madrid Pada 1960
Master Agen Judi yang memberitakan tetnang Ferguson yang mendapatkan inspirasi dari pertandingan Rel madrid pada tahun 1960. Pada minggu (6/11) genap sudah 25 tahun Sir Alex Ferguson menangani Manchester United. Kepada situs resmi UEFA, pelatih asal Glasgow itu menyebutkan bahwa hasrat besarnya untuk menjadi pelatih dilecut keberhasilan Real Madrid merebut Piala Champion pada 1960. siapa yang menyangka bahwa keberhasilan figur berumur 69 tahun itu untuk mengoleksi 58 trofi sejak dirinya menangani St. Mirren di divisi utama Skotlandia justru diilhami sebuah klub asal Spanyol? Semua ternyata berawal dari pemahamannya mengenai makna kata “Internasional” di level klub. Ketika Real Madrid menjadi Eropa, Fergie baru berumur 18 tahun dan tengah menjadi supporter Rangers. Ia menjadi saksi langsung ketika di final Los Blancos memukul Eintracht Frankfurt dengan skor 7-3.
“Hasil itu sungguh di luar degaan. Eintracht Frankfurt memukul Rangers dengan agregat 12-4 di semifinal. Kami semua pendukung Rangers menduga bahwa Eintracht akan menyapu Real Madrid di Final,” kenang Sir Alex. Lantaran partai puncak digelar di Hampden Park, Glasgow, Fergie pun dengan susah payah berusaha mendapatkan tiket pertandingan. Hasilnya ia pun selama 51 tahun berikutnya terinspirasi untuk menghasilkan sebuah tim yang bisa tampil sebaik dan sekuat Madrid ’60. “Saya bisa mengukur seberapa hebat Madrid saat itu di final. Kekuatan mereka sulit dibayangkan dan merupakan klub dengan status internsional yang pertama dengan kumpulan pemain-pemain terbaik dari berbagai penjuru dunia saat itu,” tambah Fergie Lagi.
Namun, kekagumannya pada Manchester United juga sempat muncul ketika skuad asuhan Sir Matt Busby menjadi kampiun. Peraih Piala Champion pada 1968. orang-orang Skotlandia disebut Fergie mengagumi kemampuan Busby untuk membangun generasi baru United hanya satu decade setelah tragedy kecelakaan pesawat di Muenchen. Menghormati Paisley dalam wawancara yang lebih dalam, diketahui bahwa setelah menjadi pelatih Fergie bersemangat untuk menaklukkan kasta tertinggi Eropa karena berhasil menjungkalkan Real Madrid. Ya, saat melatih Aberdeen, Fergie mengalahkan Los Blancos di final Piala Winner 1983 dengan skor 2-1. Soal keberhasilannya membawa United lolos ke tiga final laga Champion dalam empat musim terakhir, Fergie menyebutnya sebagai sebuah tantangan terbesar sebagai pelatih sebuah klub Eropa. Ia menyatakan ingin membawa United menjadi juara Liga Champion untuk ketiga kalinya seperti yang dilakukan Bob Paisley di Liverpool (1977, 1979, 1981). Paisley pun disebutkan sebagai sosok yang tak banyak bicara tapi punya pengetahuan yang luas.
Categories: World Soccer Tags:


